Apa Gunanya Kompensasi Eksposur?

JarakPandang.Com – Teknologi kamera sekarang ini memang sudah canggih, pintar. Hanya dengan mode otomatis atau semi otomatis, eksposur foto yang dihasilkan kebanyakan sudah tepat. Hanya di kondisi khusus saja eksposurnya terkadang masih perlu diperbaiki. Kita masih harus melakukan yang namanya kompensasi eksposur. Fitur kompensasi eksposur tidak bekerja saat kita menggunakan mode pemotretan Manual (M).

 

JarakPandang.Com – Karena penting, banyak kamera high-end yang dilengkapi dengan tombol khusus pengatur kompensasi eksposur untuk mempermudah pemakaian. Contohnya, kamera Fujifilm XA-3.

 

Di kondisi seperti apa, sih, kompensasi eksposur seringkali dilakukan?

Pertama, saat kita memotret dalam situasi backlight, sumber cahaya datang dari belakang objek. Dengan mode otomatis, foto yang diambil di situasi seperti ini akan menjadi foto siluet. Kalau tujuan kita memang membuat foto siluet, kompensasi eksposur tidak perlu dilakukan. Tapi, kalau kita ingin menangkap detail dari objek tersebut, kita mesti melakukan kompensasi eksposur positif untuk menaikkan nilai eksposurnya. Konsekuensinya, eksposur di bagian belakangnya akan menjadi lebih terang (over-exposed).

Solusi lain untuk mencahayai objek untuk mendapatkan detailnya tanpa harus melakukan kompensasi eksposur bisa dilakukan dengan memberikan sumber cahaya tambahan pada objek tersebut. Sumber cahaya tersebut biasanya menggunakan lampu flash. Tekniknya dinamakan dengan istilah fill-in flash. Namun, teknik ini masuk dalam kategori advanced.

 

JarakPandang.Com – Di situasi backlight seperti ini, untuk mendapatkan detil yang baik dari objek foto dilakukan kompensasi eksposur positif (+1 2/3 EV). Pemotretan menggunakan mode Aperture Priority (Av) yang bekerja secara semi otomatis. Tanpa kompensasi, wajah anaknya pasti sedikit gelap.

 

Kedua, saat memotret objek dengan latar belakang putih. Dengan mode otomatis, kondisi ini juga akan membuat foto yang dihasilkan cenderung gelap (under-exposed). Eksposur foto perlu diperbaiki dengan menaikkan nilai eksposurnya lewat kompenasi positif. Kondisi ini situasinya hampir mirip dengan situasi backlight.

 

JarakPandang.Com – Pemotretan dilakukan saat cuaca sedang berawan dengan menggunakan latar belakang langit yang sedang putih. Supaya detil objeknya tertangkap dengan baik, pemotretan dilakukan dengan melakukan kompensasi positif.

 

Ketiga, foto yang diambil dengan latar belakang yang dominan dengan hitam. Di kondisi ini foto yang dihasilkan justru sebaliknya, cenderung lebih terang (over-exposed). Perbaikan eksposur dapat dilakukan dengan menurunkan nilai eksposurnya dengan cara kompensasi negatif.

 

JarakPandang.Com – Latar belakangnya gelap, objek bunga berwarna putih. Supaya detil bunga tidak terlalu terang (over-exposed), perlu dilakukan kompsesasi negatif hingga -2EV pada eksposurnya.

 

Keempat, foto di kondisi bercahaya minim. Kondisi bersumber cahaya minim akan membuat suasana dominan dengan gelap. Hanya objek yang dekat dengan sumber cahaya saja yang tercahayai dan tampak detilnya. Dengan eksposur normal di mode otomatis, kondisi seperti ini hasilnya akan membuat detail objek yang dekat dengan sumber cahaya menjadi terlalu terang (over-exposed). Supaya eksposur pada detilnya pas, eksposur perlu diturunkan dengan melakukan kompensasi negatif,

Yang perlu dipahami, tidak ada aturan baku seberapa besar nilai kompensasi ekposurnya. Semua itu tergantung pada seberapa kuat sumber cahaya, seberapa kuat kontras yang diciptakan pada waktu pemotretan.

Leave a Reply