Melatih Insting, Melatih Spontanitas

JarakPandang.Com – Tahu dan memahami semua fungsi di kamera belumlah menjadi jaminan bisa membuat foto yang sempurna. Kita masih harus berlatih menggunakannya terus-menerus supaya bisa menggunakan fitur-fitur tersebut dengan cepat dan tepat untuk beradaptasi dengan situasi pemotretan yang berbeda-beda.

Setiap perubahan posisi kamera, arah pemotretan, arah datangnya cahaya, dan pergerakan objek berpengaruh secara drastis pada apa yang mesti kita atur di kamera dan komposisi yang akan kita buat. Fotografer mesti memiliki insting dan gerakan spontan untuk mengantisipasi setiap perubahan tersebut. Fotografer harus tahu ke mana melangkah mencari posisi, bagaimana mengatur komposisi terbaik, dan parameter apa mesti diatur di kamera dengan gerakan yang cekatan.

 

JarakPandang.Com – Dengan latihan melihat foto yang cukup, saat melihat ada sejumlah rusa berteduh di bawah pohon dengan latar belakang tanah merah yang polos seperti di foto ini, kita mungkin akan punya insting ….. Ohhhh, ini bisa menjadi sebuah foto siluet yang menarik hanya dengan memanfaatkan lensa tele dan penganturan kompensasi eksposur negative di kamera.

 

Belajar, berlatih; belajar, berlatih; belajar, berlatih. Itulah proses nyata yang harus kita lalui untuk menjadi fotografer andal.

Sebagai seni kreatif, fotografi juga memerlukan latihan, tidak cukup dengan menghafal semua teknik tersebut di dalam kepala. Fotografi adalah koordinasi antara mata, otak, perasaan, jari dan kaki. Latihan akan membuat fotografer bisa melakukan pilihan-pilihan teknik pengambilan gambar dengan lebih cepat. Setelah itu, akan muncul naluri, “insting”, dalam dirinya kapan mesti memilih teknik pengambilan gambar yang paling tepat untuk setiap situasi khusus yang dihadapinya. Sampai akhirnya, ia dapat melakukan pilihan tersebut secara spontan karena ia merasakan bahwa teknik-teknik pengambilan gambar itu seperti sudah menyatu, mendarah daging dalam dirinya.

 

JarakPandang.Com – Saat menemukan sebuah pohon besar di pinggir pantai, insting yang muncul adalah komposisi sederhana dengan cara menjadikan pohon tersebut sebagai latar depan (foreground). Namun, foto ini akan jadi sempurna kalau masuk unsur manusia untuk membuat fotonya jadi lebih hidup. Setelah tahu komposisi yang ingin dibuat, kita tinggal menunggu adanya momen orang melewati panti tersebut. Momen itu pun tiba, ada anak berlari di pantai, secara spontan foto pun diabadikan.

 

Memang perlu banyak latihan untuk mencapai tahap ini. Namun, kita dapat melakukannya secara bertahap. Karena itu, ketekunan dalam berlatih diperlukan untuk mempercepat proses tersebut.

Untuk bisa membuat foto dengan visual dan komposisi yang menarik, banyaklah melatih mata kita dengan melihat foto-foto yang menarik. Pelajari bagaimana pilihan komposisi dan sudut pemotretan dari foto tersebut. Latihan seperti ini berguna untuk mempertajam “rasa” tentang arti keindahan.

Untuk menguasai kamera yang kita gunakan, berlatihlah menggunakannya secara berulang-ulang. Kita mesti membiasakan diri mengatur pilihan aperture, kecepatan shutter, fokus, kompensasi eksposur, dan fitur lainnya dengan cepat.

Kalau kedua hal tersebut kita latih terus-menerus, insting tersebut pasti akan terbentuk dengan sendirinya, menjadi sebuah reaksi spontan begitu kita menemukan sebuah tantangan baru untuk diabadikan.

Leave a Reply